Seorang sahabat bertanya kepada mega, dan gw menjawab pornografi adalah sebuah tindakan atau perbuatan yang melanggar etika kesopanan dan mengganggu kenyamanan masyarakat umum. Tapi itu semua tergantung dari kita sebagai subyek penilainya. Karena pandangan masing-masing orang pasti berbeda terhadap sesuatu, contoh kecil saja mengenai warna, rasa, bahkan selera
Bagi sebagian kecil orang munafik ketika seorang wanita memperlihatkan auratnya itu adalah tindakan pornografi, tapi jika seorang melakukan poligami memperistri wanita-wanita muda yg masih gadis itu tidak disebut dengan pornografi tapi hal bejat itu dianggap sebagai Hal yang normal normal saja! mereka meneriakkan anti pornografi dan porno aksi tapi nyatanya perbuatan mereka lebih bejat dan nista mega kira!Apakah mereka sadar??? dimana hati nurani mereka??? siapa yang sebenarnya kaum kafir???
Seorang tokoh cina dari dinasti Meiji yang merupakan samurai terakhir di masanya berkata: “Perbaikilah dirimu sebelum engkau memperbaiki orang lain”, Hal tersebut sangat berarti jika para pencetus ide RUU APP itu membaca atau mendengarka kata2 itu. Mereka Berkoar-koar Anti pornografi Anti Pornoaksi, tapi pada kenyataannya mereka yang melakukan hal yang tidak senonoh, berhubungan intim selayaknya suami istri bahkan direkam dalam HP camera, melakukan poligami, selingkuh dan masih banyak lagi…….
Harusnya mereka melihat ke dalam diri mereka sendiri dulu, apa mereka sudah benar-benar suci?? Jangan hanya berkoar teriak anti pornografi dan anti porno aksi tapi nyatanya malah mereka lebih bejat dari pada itu! Jadi Resapilah kata pepatah cina itu, mulailah membersihkan diri dulu jangan hanya menyalahkan orang lain tetapi dalam dirinya sendiri masih bobrok dan busuk.
Wahai tokoh muda mudi Indonesia Resapilah dan camkan dalam benak kalian, bahwa:
- Negara Kita Indonesa tercinta adalah satu kesatuan tanah air yang cinta damai dimana Negara ini dibangun oleh dasar Bhineka Tunggal Ikabukan atas dasar agama.
- Perbedaan itu adalah suatu bentuk keindahan jika kita merasakannya dengan hati yang suci dan tulus ikhlas.
- Pornografi dan pornoaksi adalah salah satu bentuk ekspresi diri untuk ingin diperhatikan, Jadi jika ingin menguranginya didiklah para generasi muda kita dengan pendidikan moral yang baik dan tidak menitikberatkan pada moral menurut agama masing-masing.
yang paling mega kuatirkan dari dampak RUU APP ini adalah timbulnya jutaan polisi moral yang akan menghakimi moral orang lain dengan kehendak mereka sendiri

to “RUU APP : Bentuk Tingginya kemunafikan di indonesia”
Wah posting yang menarik sekali, mbak ! saya sendiri sangat tidak mendukung/tidak setuju dengan adanya RUU pornografi/pornoaksi, karena RUU itu sangat tidak sesuai di terapkan di Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam suku, ras dan agama. Kalau ada yang mendukung RUU tersebut, ia adalah orang yang paling munafik yang terlahir didunia ini, dan kalau ia lahir kembali akan seperti ulat kepompong yang terbungkus dengan baju kemunafikannya dan setelah dewasa akan terbang tanpa busana, tragis sekali ya… !
saya yang pro dengan RUU APP.., beda pendapat gpp khan.. “Perbedaan itu adalah suatu bentuk keindahan jika kita merasakannya dengan hati yang suci dan tulus ikhlas”, salam kenal ..
Saya yang Pro RUU, sori beda gpp khan ?
1. Menurut saya, justru Pendidikan moral yang bertitik berat pada agamalah yang paling kuat mengarahkan seseorang kearah yang lebih baik…apapun agamanya.
2. Mungkin untuk temen2 yang takut akan efek UU ini pada Kebudayaan dan Penghakiman massa oleh sebagaian orang, ada baiknya anda baca draftnya terlebih dahulu sebelum gembar-gembor berteriak tidak setuju. Saya melihat semua yang berteriak tidak setuju, adalah orang yang takut akan bayang2 kehilangan masa2 menyenangkan dengan apa yang sudah dan sedang anda lakukan sekarang.
selahkan baca : http://www.detiknews.com/read/2008/09/16/080110/1006768/10/inilah-isi-ruu-pornografi
untuk yang berdalih pada seni dan budaya baca pasal 14
untuk yang berdalih pada penghakiman massa bc pasal 22
3. Untuk menjawab pertanyaan mbak mega tentang orang munafik. saya setuju jika ada orang yang mengembar-gemborkan RUU pornografi lalu kemudian poligami dengan gadis. Karena bukan hukum poligaminya yang salah tetapi orangnya. Dasar Poligami adalah membantu janda2 yang berkesusahan dalam menghidupi diri dan keluarganya. (kalau dulu janda perang dan janda miskin). dan tidak didasari nafsu semata. maka ORANG itu pantas anda sebut munafik dan saya setuju.
4. Mungkin kebanyakan dari kita marah karena sesusatu yang kita anggap sudah ENAK sekarang diusik orang untuk kemudian dibatasi. Tetapi terpikirkah kita, anak dan cucu kita akan jadi manusia seperti apa bila tidak ada aturan yang jelas mengatur kearah susila. Seperti kita tahu semua, ada aturan saja masih dilanggar apalagi tidak ada aturan.
5. Ini sedikit pandangan kenapa saya mendukung RUU Pornografi :
Pandangan untuk orang yang memilih hidup BEBAS, menurut saya orang-orang seperti ini tidak akan menjadi orang yang sevulgar, se X treme, dan seBEBAS itu, bila mereka masih bisa menjaga KEHORMATANnya. Keadaan menjadi berbeda ketika KEHORMATANnya itu sudah tidak ada. dimana, mereka hanya bisa pasrah lalu MENIKMATI dan berusaha sekeras mungkin mencari pembenaran atas apa yang mereka lakukan. Mulai dari CINTA, MASA MUDA, HAM, dan banyak lagi, termasuk GAYA HIDUP MODERN (menurut saya ini ANEH, gaya MODERN identik dengan barat, ketika berbicara hidup bebas, orang2 seperti mereka bilang hidup dong seperti orang barat, tetapi heran ketika bicara bekerja, tidak satupun yang berteriak untuk berkerja sekeras orang barat). dari sekelumit cerita ini, titik masalah adalah Kehormatan seorang wanita (KEHORMATAN tidak melulu PERAWAN tetapi menjaga dari sikap yang tidak baik).
saya juga ingin mengingatkan bahwa kita semua adalah Orang timur, maka berbuatlah seperti orang timur. Orang Barat, Selatan dan Utara akan menghargai kita karena kita punya pribadi yang jelas, yaitu pribadi Orang Timur. Kita bukan PECUNDANG dari timur yang berusaha keras mengaku-aku menjadi Orang Barat.
Maaf jadi ngaco coz dah eneg aja ma gaya kebanyakan anak2 jaman sekarang…
Peace
semoga kamu sadar tuhan sudah menganugrahkan tubuh yang sempurna buat kamu…maka jadi kewajiban kamulah untuk menjaganya…jangan sampai tubuh km penuh dosa yang km banggakan…ketika kereta api keluar jalur aja maka kereta akan hancur berantkan maka ketika kamu keluar jalur maka tuhan tidak akan segan meratakan km dengan tanah..
kamu berpendapat gitu karena kamu salah satu tokoh yang menganggap pornografi itu biasa…
selain itu, kamu nggak etis menyangkutkan masalah poligami dengan RUU ini. Emang poligami berarti pornografi? meskipun poligami, orang2 itu kan nggak mungkin ngeliatin hubungan suami istri itu ke orang banyak. jadi, di mana pornografinya?
lagian, kalo kamu nggak tau maksud poligami itu sebenarnya, jangan langsung menghukumi dengan nyebut bejad donk…
tapi, thx deh udah nulis gitu, saya jadi ada bahan buat ditulis di blog…
satu hal lagi, dinasti meiji tuh di Jepang, bukannya di China…
Salam kenal, gw bukan orang munafik, setiap manusia pada dasarnya MENYUKAI PORNOGRAFI dan TIDAK ADA YANG ANTI terhadap PORNOGRAFI! Jujur sajalah, silahkan berbohong dan menulis apa saja layaknya politikus. Apakah orang lain tau situs apa dan gambar apa yang sedang anda pelototin di kala sendiri di depan monitor komputer. Tidak ada yang tau. Terlepas dari anti atau tidak anti soal pornografi, masalahnya sekarang ada hal yang lebih penting dari urusan dibawah perut. Karena urusan perut aja pemerintah belum becus ngurusinnya. Atau pemerintah memang hobinya ngurusi hal dibawah perut doang? Jangan mengalihkan perhatian rakyat dan mengalihkan kebutuhan rakyat dengan hal-hal yg terlalu di paksakan kehadirannya. Sorry, ini cuma pendapat pribadi. Memang benar, rakyat kita banyak yang munafik.
Saya mendukung “Orang Timur”.. Tapi sepantasnya juga kita gak menjadi terpecah dengan ini. Mungkin kita harus berpikir sekeras mungkin (itulah kenapa kepala diatas dan mulut dibawah karena kita diharuskan berfikir, merenung dan introspeksi sebelum bicara yang ternyata kalo diliat lagi malah bikin malu sendiri). Kita harus berpikir kenapa kita gak suka sama sesuatu yang niatnya baik (RUU APP memiliki niat baik, memperbaiki moral dan etika bangsa saat ini)? Kenapa? Pikirkan sedalam-dalamnya, ampe baribu-ribu “karena” terlintas di otak kita..
Asap gak akan muncul kalo gak ada apinya… Sama seperti RUU ini, gak akan ada kalo gak ada perbuatan yang gak layak (baca pornoaksi dan pornografi) marak di negara ini. Ngeliat tulisan diatas, penulis terlihat konsisten.. Mustinya yang ditakutin (polisi moral berkeliaran) yaaaa yang dibahas adalah yang itu saja, perlihatkan data real(layaknya kaum intelek) adanya penyimpangan yang terjadi menyangkut polisi2 itu. Kalo emang belon ada,,, yaaaaa pikir lagi sebelum nulis…..
Intinya berfikirlah lebih dalam sebelum berbuat lebih jauh,,, Einsten aja masih menggunakan 5% otaknya untuk bisa sejenius itu, kita? mungkin belon pake sama sekali.
Emang negara gak dibangun dari asas agama…tapi apa berarti gak pandang agama? kalo kita yakin sama agama kita, dan kita TAHU agama kita,,, percaya deh, kalo saat ini moral udah obrak abrik… karena yang burukpun udah dianggap baik… bahkan ngomong baik DIKATAIN MUNAFIK… Gimana tuh?(orang yang ngomong jelek mulu, 2 taon lagi jadi presiden kayaknya!)
Trus keindahan yang gak usah pake badan orang juga masih bisa kan? Pasti masih bisa, kalo MAU BERFIKIR. Siapa bilang kreativitas jangan dibatasi,,,, kalo kreatif bikin bom! Gak dibatasin juga?
Padahal, undang-undang ini juga berusaha melindungi harkat dan derajat wanita… tapi kok banyk yang gak mau dilindungi ya?(Berfikir keras……)
Saya berharap DISKUSI ini bukan dianggap perdebatan yangmemecahkan kita,, bener kalo berbeda itu indah ketika yang berbeda itu disatukan dan melengkapi yang lainnya. saya berusaha melengkapi apa yang mungkin terlewat,,,